maira iza A.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

NDORO BRO(BAB 1)

BAB 1

Sua tak bertemu

“Duk…Duk..”

“Aduh!!,..nih bola siapa yaa….!? teriak bocah berbaju hitam.

Tiba-tiba dari balik tembok tinggi itu terdengar suara ”hoiii,Kembalikan bolaku!!”. Sebuah bayangan muncul dibalik pohon melambaikan tangannya ke arah gerombolan anak yang sedang riuh bermain.

“Keluar sini !! Ambil sendiri bolamu!”,teriak bocah berbaju hitam sambil meringis pegang pundaknya yang terasa nyeri kena bola. Bocah dua belas tahunan itu biasa dipanggil Supri oleh teman temannya.

“Kalau tidak …aku jual nih bola!”

“Woii…balikkan bolaku segera!”aku turun kesana ya….??kalian tunggu!”

“Prii,balikin aja deh!,itu bukan punyamu!”ucap Naufal

“Jangan! kita jual aja bolanya,ini bola mahal tahu ”sahut Joko

“aku gak ikut ikut ya…..”teriakku

Teman teman masih mencari keputusan yang adil…

Bocah dibalik tembok itu berteriak kembali”hoii..mana bolaku..???akan tetapi bocah bocah tadi tak menjawab pertanyaan itu.Bocah dibalik tembok itu menunggu beberapa saat dibawah teduhan pohon yang ada dibleakang rumah besar…,dan dibelakang tembok itu ada sebuah kebun yang penuh pepohonan dan ada juga rumah kecil yang ditempati seorang kakek berkacamata .Setiap harinya pasti ada suara ramai dikebun itu, anak anak kampung Mejayan itu setiap sore bermain disitu,setelah beberapa saat bocah dibalik tembok itu dipanggil pembantunya”den Zul jangan disitu nanti digigit serangga !!”ucap pembantu bocah dibalik tembok.”iya..”sahut bocah dibalik tembok.Dia pun terpaksa untuk masuk kerumah

Beberapa hari kemudian bocah dibalik tembok itu mendengar suara anak anak kampung desa sedang bermain,bocah dibalik tembok mencoba untuk memanggilnya”hoiii….,”akan tetapi setelah bocah dibalik tembok itu berteriak tidak ada suara ramai kembali.Bocah dibalik tembok itu merasa kesal,setiap kali ia berteriak suara ramai itu berhenti.Pada hari berikutnya,terdengar kembali suara ramai dari kebun itu kemudian bocah dibalik tembok itu mencoba untuk menemui bocah bocah kampung Mejayan yang sepuluh kilometer dari kota bantul.

Tiba tiba…”hayo…ternyata..”teriak bocah dibalik tembok tapi perkataan itu terpotong

“lari……”teriak bocah bocah kampung mejayan sambil lari dengan tergesa gesa.Bocah dibaik tembok merasa terheran heran melihat mereka lari tergesa gesa padahal ia belum selesai bicara.

Ditempat lain

Jantung bergerak cepat,nafas terdengar keras

“hu..hu.untung..aja”ucap supri

“iya…”sahut teman temannya

Setelah kejadian kemarin tak terdengar satu pun suara dari kebun .padahal bocah dibalik tembok ingin menemui bocah bocah kampung mejayan .Ketika bocah dibalik tembok iu mendengar suara ramai di kebun ia langsung menemuinya ,akan tetapi kejadian kemarian terjadi kembali “hai…”sapa bocah kemarin yang ada dibalik tembok

“lari….”teriak segerombolan bocah bocah kampung mejayan

Akan tetapi salah satu bocah kampung mejayan tak berhasil kabur”mau kemana kamu..”ucap zul “ampuun….aku gak ikut ikut”teriak bejo dengan keadaan merinding.ditempat lain

“duk…..duk….duk…,dimana bejo…??”ucap supri

“wah dia masih disana…”sahut joko

Mereka merasa bingung,, mereka kira bejo sudah dimarahi oleh bocah yang ada dibalik tembok kemarin .mereka pun kembali kekebun tadi untuk mengintip bejo dan bocah yang ada dibalik tembok kemarin .Pada saat mengintip terlihat bejo dan bocah dibalik tembok kemarin sedang berbicara mereka terheran kenapa kok bejo tidak dimarahi, dan pada saat itu “grusuk…grusuk…aduuuuh gatal”teriak bocah bocah kampung Mejayan sambil menggaruk garuk kakinya.

“ngapain kalian disitu..??”Tanya Bejo sambil tertawa

Teman teman tertawa sambil merasa malu

“teman teman ini zul,dia pemilik bola dan rumah besar itu”ujar bejo

Lalu Zul memberikan tangannya untuk berjabat tangan

“namaku Zul”ucap Zul sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan

Akan tetapi teman teman bejo tidak mau memberikan tangannya untu berjabat tangan karena bocah bocah yang ada dikampung mejayan memiliki gaya khusus untuk berjabat tangan .Supri pun memberi tahu Zul .”ini bolamu…”ucap supri” ”ini buat kalian aja ,aku masih punya banyak”jawab Zul.bocah bocah kampung mejayan itu merasa senang karena mereka tidak pernah punya bola sebagus ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali